Perubahan Status : Mahasiswa Menjadi Pengangguran

Gundah, panik, dan sedikit depresi, ini yang ane rasakan sekarang. Ketika menginjak semester 8 dimana mungkin ini tahun terakhir buat yang berstatus mahasiswa. Dimana pada semester itu saya ingat berjuang mati matian menyelesaikan tugas akhir ane. Inget perjuangan begadang, pusing sendiri, sidang, dan revisi revisi. Yah semuanya demi menuju sebuah gelar sarjana yang ane janjiin ke orang tua dan keluarga bisa ane raih 4 tahun. Tapi setelah melalu proses besar yang bernama wisuda akhirnya resmi mengubah status mahasiswa menjadi pengangguran itu yang ane rasakan. Sebenarnya ane masih betah pake banget di semarang. Gimana nggak 4 tahun disini ane gak sia sia in banget buat jalin namanya persahabatan. Ntah itu beda jurusan, beda fakultas, sampe beda universitas, sampai ada keluarga angkat juga dengan proses yang terbilang simpel dan gak sengaja. Dimana disini juga belajar mandiri dan keluarga ane cuma teman-teman ane. 

Oke balik lagi ke topik, ntah akhir-akhir ini ada pertanyaan-pertanyaan membuat saya sedikit merasa tersinggung. 
"Kapan cabut lw??"
"Jadi lw kalo udah balik ke Palembang gak ke Semarang lagi??"
"Mau kerja dimana?"

Sebenarnya pertanyaan yang pertama yang bikin nyesek sih. Seolah olah memang perpisahan itu di depan mata. Sebenernya ane juga gak mau lulus lama lama. Tugas Akhir ane pun terbilang gampang banget dibanding temen temen ane. Yah ane cuma ngejar tepat waktu karena alasan mau nemenin ayah sama bunda yang di rumah sendirian. Nasib anak terakhir mungkin. 

Perubahan yang terburu buru ini ane belum kekejar target. Sampe sekarang si fabolous quadcopter pun belum terbang terbang. Belum lagi tuntutan untuk nyari kerja. udah 3 kali ditolak oleh perusahaan multinasional. Mungkin proses hidup, dan memang ketika ada pertemuan pasti ada perpisahan. Sama kayak kalau ada kehidupan, pasti ada kematian. 

Semoga tes tes berikutnya gak ada yang nolak ane ya teman teman. Mungkin curhat seorang pengangguran.. 
-fabolous-

Posted by
Unknown

More

Perjuangkan Cinta Tulus Anda!

Dua minggu yang lalu terdengar samar samar berita mengenai seorang anak mantan deputi Bank Indonesia. Ane gak peduli awalnya, sampai temen ane ngasih link tentang siapa sosok dari istri sang anak mantan deputi BI ini, sumbernya adalah blog mas Saptuari Sugiharto, pemilik kedai digital ini menceritakan detil asal usul dari seorang Putri yang dikenalnya lewat facebook. Barulah ane peduli dengan kisah cinta seorang anak mantan deputi BI ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Putri Herlina namanya, seorang anak yang dilahirkan 25 tahun lalu, tanpa lengan dan ditinggal orang tuanya di rumah sakit. Mungkin mereka meninggalkannya karena mereka malu punya anak yang tidak punya tangan. Bahagia sempat terbersit ketika ada seseorang yang mengambilnya dari rumah sakit, bukan untuk dirawat, tapi untuk memanfaatkannya untuk menarik hati orang untuk memberi uang. Orang tersebut meletakkan bayi itu di kardus, di bawah terik matahari, dan tidak dirawat dengan baik. Sampai sosok malaikat datang dengan wujud manusia bernama bu Naryo dan suaminya yang merawat Putri di panti asuhan. Layaknya anak sendiri. bu Naryo memberikan ketulusan dalam merawat Putri. Hingga Putri menjadi seorang gadis yang mandiri. Mungkin Allah tidak memberikannya dua tangan, tapi Allah memberikan sesuatu yang hebat, yaitu mental dan kaki yang kuat serta lentur dalam melakukan aktifitas. Semua kegiatan dilakukan dengan kaki, mencuci hingga gosok gigi putri kecil lakukan layaknya dia punya dua tangannya.
Putri Sewaktu Kecil
Putri Menggosok giginya sendiri
Putri menjadi sosok kakak yang disegani oleh penghuni panti asuhan, membantu bu Naryo dilakukannya setiap hari dalam merawat adik-adiknya di panti asuhan. Membantu menyapu, menyiapkan makanan, dan mengajari belajar. Putri tidak pernah malu terhadap apa yang terjadi kepadanya. Tidak punya tangan memang menjadi kekurangannya, tapi dia selalu berpikir Allah pasti memberikan Putri kelebihan. Terbukti niat, kemandirian, dan percaya diri yang tinggi adalah sesuatu kelebihan yang dimiliki Putri. Layaknya orang yang normal, Putri tetap bisa melakukan aktifitas dan pekerjaannya. Membantu Bu Naryo adalah aktifitas rutinnya di panti asuhan, sebagai bentuk rasa terima kasihnya.
Putri sedang Membantu Menyapu Halaman
Putri sedang menulis dengan kakinya

"Hebat", kata itu lah yang berputar putar di kepala ane. Dari semua yang dia lakukan selama 24 tahun tanpa tangan, dan selalu ingin membahagiakan Bu Naryo yang bukan merupakan ibu kandungnya ini lah yang membuat ane kagum.
Putri sedang membantu di bagian Administrasi Panti Asuhan
Putri bersama "sang Malaikat" Bu Naryo 
Hingga Reza datang menjemput Putri untuk dinikahi. Sebagaimana diceritakan oleh reza, awalnya orang tua Reza kaget kalau Reza punya pacar seorang yang secara fisik mempunyai kekurangan. Tapi akhirnya luluh, orang tuanya sadar, yang menjalani hidup adalah anaknya, berhak memilih. Sampai ada kalimat yang membuat terharu dari sang ibu ke Reza pada saat pernikahannya, ini juga dikutip oleh bos besar Kedai Digital ini.

“wahai anakku, engkaulah lelaki itu.. engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan disampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu..”
Ketika Pernikahan dengan Reza
Pernikahan Putri Herlina dan Reza (Sumber foto: http://saptuari.blogspot.com/2013/10/tuhan-maha-sutradara.html)
Menikah adalah ibadah dan Allah memang sosok perencana yang luar biasa. Allah berikan cobaan kepada Putri hidup tanpa lengan dan dia tidak pernah merasa malu, mandiri, dan bisa berbaur dengan semua orang. Ketiga hal ini yang menjadikan hati anak mantan Deputi BI ini kepincut untuk menikahi Putri.

Ada dua hal hebat yang bisa kita petik, yaitu tentang cinta yang tulus dan mensyukuri apapun yang terjadi pada diri kita.

Sampai tanggal 30 Oktober ini ane nonton di Hitam Putih, dan cerita sama abang burjonya, Eh ada orang nyeletuk "itu cowoknya goblok atau gimana ya bang, banyak duit, masih muda, tapi mau sama orang cacat". Ane geleng geleng mendengar perkataan orang ini. Memang kehidupan ini banyak banget tipe orang, dan ane ketemu juga dengan tipe orang yang kayak gini.

Semoga ane dan cowok-cowok yang membaca tulisan ini gak jadi orang kayak yang ane temuin di burjo ini. Karena cinta itu memang gak butuh fisik sempurna, ketika semua sifat perempuan itu cocok dengan diri ente para cowok, gak peduli fisik, umur, dan perkataan orang, ya tetap harus diperjuangin. Selama yakin dia bisa diperjuangin. Tapi ya kalau mau nikah siapin diri dulu, dan perbaiki diri, karena perempuan yang baik baik itu buat lelaki yang baik baik.

Lalu yang terakhir mari kita bersyukur dengan apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, karena sabar itu sesuatu yang luar biasa ketika dibiasakan dan nanti Insya Allah, Allah akan memberikan balasannya untuk orang yang sabar. Jangan pantang menyerah dengan semua cobaan dalam hidup ini.

*tulisan sebelum tidur*
oke ane tidur dulu gan besok mau wisuda, sukses buat kita semua ya.. salam fearless!!

Posted by
Unknown

More

Dua Mantra, Teman-Teman, dan sebuah Gelar

Dua mantra,
Pada saat pengerjaan tugas akhir ntah mantra man jadda wajada selalu terngiang di pikiran ini. Ntah berapa kali merasa putus asa dengan tugas akhir ini, pikiran dalam membandingkan judul tugas akhir punya teman, semuanya terlihat wah, beda dengan punya ane.. Putus asa akan ketakutan gak selesai pada waktu deadline, belom lagi dihakimi oleh pembimbing soal tata bahasa yang berantakan. Semuanya disingkirkan oleh mantra man jadda wajada, semangat orang tua, semangat orang yang tersayang, dan semua teman teman yang sama sama berjuang demi sebuah gelar.


Sedikit demi sedikit, akhirnya mampu membuat pembimbing 1 dan 2 untuk menandatangani proposal dan laporan. Revisi? jangan anggap ini sebuah malapetaka yang bakal mengakhiri hidup kita. Perjalanan untuk mendapat tanda tangan itu gak bakal tercapai, kalau kita mudah bosan dengan tugas akhir kita ini, refreshing boleh, tapi jangan terlalu ditinggal. Deadline masih lama?? ini pikiran orang indonesia yang jelek, oke gak masalah kalau kita sibuk dengan dua sampai tiga kegiatan, seperti riset, kerja, dan membiayai orang tua. Tiga hal tersebut adalah pengecualian, karena mereka menurut ane adalah orang-orang yang hebat karena menyelesaikan amanah yang ada pada dirinya..

Lalu masalah lulus cepat??
Nggak terlalu masalah kita mau lulus kapan sebenarnya, ketika kita semasa menjadi mahasiswa pernah membanggakan, apapun itu. Asal gak terlibat janji sama orang tua di awal kuliah seperti saya ini. Saya akan lulus 4 tahun. Itu yang ane ucapin ke ortu dan keluarga ane. Kalau gak di selesain 4 tahun, ya ane anggap ini dosa. Jadi lah mahasiswa yang nyaman, serius tapi santai, punya temen banyak, pernah travelling, dan tetap membanggakan orang tua. Semuanya harus diselesaikan dengan Man Jadda wajada (Barang siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil).

Ternyata sebuah mantra ini gak cukup untuk melewati hidup ini. Oke anda sudah sidang dan sudah dapat gelar S.T, tapi pada kenyataannya anda masih mengurusi yang namanya format tugas akhir, revisi, dan lain lain. Masuk ke kata revisi, ane dapat pelajaran hidup yang luar biasa. Oke teman teman ane setelah sidang ada yang tanpa revisi (mungkin sebelum sidang mereka sudah dapat pelajaran hidup dari pembimbing), ada yang revisiannya cepat, ada juga yang lama, tapi ada juga yang lama banget (nah, ane masuk yang di sini nih).

Sepertinya khusus untuk konsentrasi ane yang 2009 bakal dengan dosen yang perfeksionis ini, tapi pelupa. Ya gimana gak perfeksionis, ditumpukkan banyak kata, kalimat, dan paragraf yang ane baca tiap hari ini, beliau pasti dapet salah dari penulisan ane. Mulai kata hubung ada di awal kalimat, kata gak baku, kata asing belum diitalic, sampai kurang titik di ujung kalimat pun beliau tahu dimana yang salah. Padahal beliau gak buka laporan ane halaman demi halaman, cuma ambil sample halaman beberapa trus bilang "nah ini masih salah", pada saat itu ane cuma bisa nunduk dan ngomong dalam hati, "yah ada yang salah". Setiap beliau ada di kampus ane dan teman teman datang ke beliau dan sampai 10 kali.


Awalnya ane mikirnya negatif, marah, dan sedikit depresi. Tapi setelah makin ke sini dan ngomong sama pembimbing, dan pembimbing cuma bilang "dipikir positifnya aja, pasti di balik ini ada sesuatu yang menarik dan ada pelajaran di dalamnya". Mendapat nasihat itu, ane kayak disiram air dingin. Ane adalah orang yang gak teliti, gak sabaran, buru buru, gak nyantai. Tapi dengan dapet pelajaran ini ane baru sadar manfaat mantra yang kedua Man Shabara Zhafira (Siapa yang bersabar akan beruntung). Mulai ane teliti semua laporan dibantu teman ane sampai dapat banyak kata atau kalimat yang salah. Maju lagi, revisi lagi ternyata.
Sampai ntah yang ke berapa kalinya ane maju, ane akhirnya dapat tanda tangan beliau (walaupun masih ada 3 kata yang salah).

Mungkin pesan beliau adalah ketika mahasiswa yang lulus dari elektro ini, bisa menjadi lulusan yang punya kemampuan, teliti, gak buru buru, dan jelas sabar. Karena memang ketika kita lihat semua tindakan walaupun segigih apa pun, sehebat apa pun seorang manusia, kalau gak teliti dan gak sabar, mungkin kita udah gagal, dan depresi atau putus asa. Ini baru tugas akhir untuk mendapat sebuah gelar. Lakukan dengan baik, sedikit demi sedikit, positif thinking, dan jadikan semuanya pelajaran. Tapi jangan lupa untuk trus berdoa dalam kondisi apa pun itu.
Hidup kita gak berhenti ketika mendapat gelar sarjana, hidup kita berhenti ketika kita sudah dapet gelar yang luar biasa nanti yaitu "almarhum". Jangan lupa ibadahnya dan kesehatan ketika sibuk dengan mengejar gelar.

Posted by
Unknown

More

Elektro, 2009, 4 tahun yang Luar biasa

Hujan dan bau tanah malam ini membawa pikiran ini melayang ke 4 tahun yang lalu. Kisah puzzle kehidupan yang luar biasa mendidik untuk seorang seperti aku ini.

4 tahun yang lalu...
Menggerutu, itu kerjaanku setiap hari, bagaimana tidak keinginan menjadi pahlawan yang bisa menyembuhkan pasien sirna. Lalu keinginanku yang ketiga untuk kuliah di 'kota pelajar' indonesia juga sirna. Yang ada hanya sebuah universitas yang bernama Diponegoro, yang baru aku kenal saat ujian masuk. Memilih jurusannya pun tidak sesuai keinginan awal. memang aku dahulu ingin masuk fakultas kedokteran, namun dengan biaya yang minim gak mungkin sanggup sampai lulus. Lalu pilihan kedua adalah teknik industri. Setiap tes aku memilih teknik industri sebagai pilihan pertama. Tapi Allah membawa ku ke sebuah jalan yang gelap, yang mungkin ini kelemahan ku saat SMA, yaitu Elektro. Sebenarnya ilmu fisika kelistrikan jadi kelemahanku di SMA. 

Datang ke sebuah kota bernama semarang ini, tanpa orang tua dan keluarga, cuma dengan teman dan kakakku, memulai kehidupan yang baru tentu cari tempat tinggal. Dapat sebuah kos berukuran 2,75 x 2,75 meter. Dengan ibu kos dan keluarga yang ramah. 

26 Agustus 2009
Mulailah kehidupanku di dunia perkuliahan. Mungkin kalau orang ngeliat postur tubuh kecil mungil, masih bisa lah jadi siswa SMP. Upacara di Lapangan bola, acara itu bernama PMB universitas, lalu lanjut ke PMB fakultas, dan yang ketiga, jeng jeng... PMB jurusan berbeda sekali dengan kedua PMB sebelumnya. Di gedung Sudarto masih ingat, yang pertama kali bersalaman dan kenalan adalah M.Danang Nuralamsyah, S.T. PMB bareng dan wisuda gak bareng. haha.. karena aku kalah beberapa bulan dibanding dia. 

Kembali ke PMB jurusan, karena mendapat selebaran bertulisan, potongan rambut harus sama, dan berangkat bersama sama. danang pun menitipkan motor di kosku. lalu jalan ke sudarto. Dan pagi itu ternyata menjadi kesalahan buat kami. 'bareng2' maksudnya adalah bareng seangkatan. karena awalnya gak tau muka muka anak elektro seangkatanku itu gimana. (*walau sekarang sudah hapal pake banget sampe ke sifat dan kegiatannya). Akhirnya aku, danang, dan yang lain dibariskan karena gak bareng ke gedung elektronya dengan yang lain. *sebenarnya salah siapa juga bingung, namanya baru. hahaha. (ini pikiranku dulu karena masih cupu, pikiran anak SMA). Kami pun diceramahin, sampai rombongan elektro 2009 yang sebenarnya datang. 

Dibariskan lah ke atas, (lapangan gedung B). disana dibagi kelompok dan dibagi games. Lalu kelompokku ada aku, rico (STAN), haikal (FKG Unpad), febri, fahmi, jaya, agung, ahmad adi, dan andi. Berbagai acara, mulai perkenalan angkatan sampai pemilihan koordinator, waktu itu ery (*lebih tepatnya om ery sih, dia sebenarnya angkatan 2006 ntah kenapa dia masuk 2009). 

Bulan pun berlalu, banyak acara kami lalui, GOM, GOS (gathering on saturday), susur sungai, sampai bikin acaara yang namanya sarah sehan. aku kepilih jadi ketua acara *ntah ketua atau nggak, lupa. Pengalaman tak terlupakan adalah pada saat minta perizinan dosen. Pada saat itu bagian akademik jurusan adalah bapak Budi. Pengalaman menarik dengan beliau, aku dan temanku gilang berniat menghadap beliau dan mengajukan proposal. Jelas karena maba, kami gak tau pak budi itu yang mana. sampai akhirnya tahu ruangan beliau dimana. Dan ada bapak salah satu ruang di lantai 3, lalu kami nanya :
"Pak budi nya yang mana ya pak"
"Coba tanya bapak yang sebelah", jawab beliau.
Lagi mau siap-siap foto angkatan

Habis nyelenggarain inagurasi


Kami pun ke meja sebelah. dan menannyakan hal yang sama.
Beliau pun menjawab "Yang kalian tanya tadi ya itu pak Budi". 
Malu memang rasanya. tapi karena tugas ya tetap harus menghadap beliau. Sampai keluar kami pun ketawa. Pengalaman pertama di dunia organisasi. 
Tapi sampai sekarang pak budi menjadi dosen favorit, mulai dari pembimbing KP sampai TA (bersama pak aris) beliau lah yang membimbing aku menyelesaikan study di elektro. 
Sampai akhirnya kami mendapat nama angkata, E-Goldwin, nama ini dari ide saudara Abdurrahman Ghifari, S.T yang waktu itu menjabat sebagai koordinator, *yang nantinya orang ini jadi ketua HM Elektro. 

Mulai hari itu sebuah kisah tentang E-Goldwin banyak tersimpan di kepala ini. Cinta, Kepercayaan, Persahabatan, Kenangan, Amarah, Senyum, Bahagia, dan Kesedihan. Semuanya sudah dirasakan untuk membangun nama E-Goldwin yang luar biasa. 

Lambang E-Goldwin nih. 

Kalau dulu nyanyi mars angkatan, harus ada suara Paul :
"Mars Angkatan 2009 mulai"

Kami elektro 2009
Masa lalu berganti masa depan
Semua tantangan yang kami lewati menjadi pengalaman tak terganti
Prestasi diusahakan unggul
Persaudaraan tetap kita rangkul
Tidak lupa berdoa kepada Tuhan Maha Esa
Elektro Selalu Jaya.

Yap aku sangat bersyukur masuk elektro, karena ini rencana Allah, dan aku yakin itu rencana terbaik sampai bisa ke masa sekarang. Punya teman-teman yang luar biasa, banyak sekali yang mengajari, dari senior2, AMG, HME, PHILAR, EWS, Tim Robot (Dewi Lanjar dan Dipo Scratch). 
Terima kasih semuanya.

Rafting bareng Philar n friends
Gedong Songo anniversary E-Goldwin ke 2


Anniversary E-Goldwin ke-3

Posted by
Unknown

More

9 summers 10 autumns- bawalah aku-

Hey Inspiration long time not see you. now i want give one song that can boost my mood. 
Nah lagu ini diambil dari film 9 summers 10 autumns. sebuah film yang bercerita tentang motivasi seorang anak yang tidak mampu, namum mampu membuktika ke semua orang kalo dia bisa membanggakan kedua orang tuanya dengan kesuksesan yang diraih di benua lain..

Kembali ke topik, lagu ini jadi mood booster ane dalam ngerjain syarat kelulusan ini, pengen cepat2 ngebuat lagu ini benar benar terealisasi. 

Kulalui masa kecilku
   masa bahagia yang t'lah terukir indah
   dihatiku...
# Satu masa t'lah kulewati
   satu impian t'lah ku raih untukmu
   ayah bundaku

   namun kasihmu bagai puisi
   hangat senyumu menerangi jiwaku
   selamanya...
* perjalananku bagai cerita yang tak mungkin
   berakhir bahagia tanpa doamu
reff :
   tiada tempat yang paling indah
   selain rumah kita
   tiada masa yang paling indah
   selain bersama mereka yang tercinta
   bawalah aku kembali kemasa kecilku dulu
   dan biarlah kukenang rasa itu
   sebagai pelepas rinduku


baris pertama reff adalah yang ngebuat inget rumah, maklum anak rantau yang menyebrang selat demi sebuah gelar. 
Memang tempat yang paling indah adalah di rumah, tempat dimana bersama orang tua yang telah membesarkan kita. Kapan lagi menghabiskan waktu kita untuk mereka yang sangat luar biasa sayang dengan kita. Mereka yang rela berkorban apapun untuk kita. 

Mari kita sanggah kalimat mengenai "cinta ibu sepanjang masa namun cinta anak sepanjang jalan".. itu gak berlaku buat ane..
Terima kasih ayah bunda, dalam waktu dekat ane akan bisa berkata 
"satu impian telah kuraih untuk mu ayah bunda ku"

_fabolous_

Posted by
Unknown

More

Sahabat 15 Tahun yang Lalu, Sekarang, dan Selamanya

SMS yang mengejutkan di pagi hari, yang membuatku terbangun, "ki dodi meninggal" dua sms, dua chat FB, dan satu mention di twitter membuatku menganggap kejadian itu bukan lelucon. Terpukul memang, ketika dia disana melawan penyakitnya dari 6 bulan yang lalu aku belum bisa menjenguknya sekali pun, karena memang kuliahku yang ada di seberang pulau sumatera ini. 

Kejadian itu menerbangkanku pada 15 tahun yang lalu. Juli 1997, bulan ini adalah hari pertamaku masuk sekolah, masih teringat waktu itu Rp 100 logam kuning itu masih sangat berharga, masih bisa membeli pempek yang sering nangkring di pinggir sekolah. 15 tahun ini juga aku kenal dengan sahabatku dodi, karena ibu yang bertemu dan sering ngobrol ketika menunggui kami sekolah, kami pun jadi akrab. Kami bukan hanya menjadi sahabat, namun juga saingan dalam perebutan juara terbaik di kelas. Selalu rezki dan dodi, atau sebaliknya. 

Ada banyak sekali kenangan yang ingin aku tuliskan disini, ketika dia sakit mata dan memutuskan untuk tetap sekolah, tidak ada yang mau menegur dodi dan memilih menjauhinya karena takut tertular. Tapi aku tetap selalu ngajak dia untuk main walau dia sakit mata, sampai akhirnya dia main ke rumah ku dan ibuku memberi obat tetes mata. Kami sudah tau rumah masing2 ketika kami berumur 7 tahun. Kerjaan kami setelah pulang sekolah adalah "jalan jalan" ntah itu naik sepeda atau jalan kaki. walaupun waktu itu aku belum bisa naik sepeda. Yap kami berdua yang kecil ini naik sepeda tua milik dodi yang kadang dia bawa jalan2, kami menyusuri sekolah dan hutan di dekat sekolah. Kejadian paling lucu adalah ketika kami sedang jalan2 ber lima, walaupun cuma jalan2 di hutan dekat rumahku tapi kami nyasar dan butuh waktu sampai sore untuk balik lagi ke rumah. 

Sering sekali kalo ada pelajaran aku bertanya dengan dodi, walau pun kami saingan kami tetap saling membantu. waktu itu aku kurang di pelajaran menghapal dan dia kurang di bahasa inggris. Rumah dodi lah yang selalu jadi markas untuk belajar, dikarenakan strategis, dan waktu itu dekat dengan SMP yang notabennya rayon dari SD kami, dan kami berjanji untuk masuk ke SMP itu bareng. walau sebenarnya aku ingin SMP yang lain.




Permainan Josua oh Josua.
Waktu itu lagi musimnya acara kuis josua yang mencari barang. Jeffy, Aku, dodi, ogut, dan yuk da (mbaknya ogut) selalu main itu ketika kondisi dari rumah ogut sepi, ntah barang apa saja yang kami sembunyikan dan berlomba untuk menemukannya. Dari kondisi rumah ogut yang rapi banget sampai menjadi kapal pecah karena perbuatan kami. 
Walau kami sudah beda SMP, (aku, dody, dan jeffy masuk ke SMP terdekat; ogut dan yuk da masuk SMP yang lintas rayon) kami tetap sering main ke rumah ogut, disanalah markas kami, karena ogut punya banyak komik dan Playstation yang membuat kami betah sampai sore. Namun ada kejadian yang membuat yuk da marah besar dengan dodi, aku sebenernya gak terlalu ingat kejadian ini karena pada saat mereka berantem aku gak ikut main. Hilang lah anggota dodi dalam kelompok kami. dan permainan josua oh josua berakhir. 

Di SMP pun persahabatanku dan dodi gak putus, tapi persainganku dan dodi putus, karena sepertinya di level SMP aku gak bisa bersaing, selalu terlempar di 20-30 besar di setiap ujian harian. 9 tahun sekelas membuat orang tua kami masing masing sudah sangat kenal. Rumah dodi layaknya rumah kedua ku ketika ada istirahat sekolah atau pergantian ke pelajaran tambahan. Tempat dodi adalah tempat singgah kami untuk makan bekal yang telah kami bawa dari rumah. Disana makan, ngobrol, dan segan dodi mengajari kami soal pelajaran. 

9 tahun sekelas tidak berlanjut ke SMA, aku belajar di SMA negeri satu satunya yang punya asrama di Palembang, dan dodi masuk SMA yang sebenarnya sangat aku idam idamkan dari SD, karena kakak pertamaku lulusan sana dan berhasil menjebol UGM. Tapi mungkin waktu itu aku belum tahu Palembang secara penuh. Sebenarnya dodi masuk ke SMA yang sama dengan ku, tapi dia bilang biaya sekolahnya terlalu mahal dan memutuskan tidak melanjutkan ke tes selanjutnya. 
Namun persahabatan kami tidak pernah putus sebulan sekali dodi ke rumah atau paling tidak 6 bulan sekali.

Pribadi yang sederhana, gak pernah sombong, serta sering membantu membuat dia punya banyak teman disektarnya. Dan aku dan ogut adalah orang yang 15 tahun sudah mengenal dia. Sudah tau pribadi masing masing, dimana dulu kita mancing bareng, berenang di empang, main, belajar, dan banyak lainnya. membuatku ingin memutar waktu namun itu gak bisa. Hanya dalam tulisan ini memori tentang dodi bisa aku putar lagi.

Yap dia adalah sahabatku yang aku kenal dari orog sampai sekarang dan bakal selamanya. Dia telah mendahului kami, seorang sahabat yang tangguh, pantang menyerah, dan selalu tersenyum dengan khasnya. 

Selamat tinggal Sahabat, dirimu akan menjadi sahabatku sampai kapanpun, terima kasih untuk semuanya yang kau ajarkan, pribadi sederhana dan selalu bersyukur, pantang menyerah, sampai dengan selalu menuruti  orang tua, dan banyak lainnya nilai kehidupan yang sering kau ajarkan. Hanya doa yang bisa aku kirimkan dari pulau seberang ini, maaf tidak bisa mengantarkanmu ke peristirahatan terakhir. 

Dodi adalah sahabat ku dari 15 tahun yang lalu, Sekarang, dan selamanya. 
Yap selamanya dirimu bakal tetap hidup di memori kepalaku sampai kepala ini tidak kehilangan kemampuannya atau aku menyusulmu suatu saat nanti. 

Selamat Jalan kawan, sahabat seperjuangan, sahabat kecil, dan guru kecil

-Fabolous-

Posted by
Unknown

More

Cinta dan Matahari

Cinta itu seperti matahari
Ia tak pernah ingkar janji
Selalu terbit di pagi hari 
Menggantikan gelapmu dalam malam

Cinta itu seperti matahari 

Selalu setia, terbit di ufuk timur
dan tenggelam di ufuk barat

Matahari tak pernah mengeluh, 

Ia akan berdiri tegak menantang galaksi
meski kau mencaci 
karena terlalu terik menyinarimu

Seperti itulah cintaku menjagamu 

Menjaga dari setiap terpaan dan cacian 
yang datang kepadamu

Cintaku kepadamu seperti matahari

Bintang yang sesungguhnya, pemilik terang
yang mengajarimu kesempurnaan

by : @fifisafirina

Posted by
Unknown

More

Copyright © / Inspiration

Template by : Urangkurai / powered by :blogger